Bye Fake Smile ~
Saatnya aku membongkar "siapa" diriku yang sebenarnya
..
Baiklah, kita mulai ~
“MY REAL LIFE”
Mungkin bagi teman-temanku yang “sekarang”, aku adalah anak yang
aneh, polos , cerewet dan cukup ceria. Tapi apakah kalian tau? Dibalik tawaku,
senyumku dan sikap kepedulianku itu... aku menyimpan luka yang amat perih ~ aku
hanya tidak ingin terlihat sedih dihadapan teman-temanku.
Jika di kampus, aku masih bisa mengatakan “hai” , “selamat
pagi” , “ohayou” atau mengatakan hal lainnya sambil berlari ke arah
teman-temanku. Sesekali menjahili mereka dan melakukan hal konyol lainnya .
Namun saat dirumah, aku bahkan jarang berbicara. Aku lebih asyik mengurung dikamar
sambil mendengarkan musik, terkadang aku belajar.. aku belajar dengan keras
bukan berarti ingin terlihat pintar..aku belajar karena hanya hal itulah yang
bisa aku kerjakan, aku terkadang berakting dan bernyanyi didepan kaca sendirian
dan yang terakhir ... aku sering berbicara pada diriku sendiri sambil melihat
langit.
Aku suka langit. Aku suka langit. Aku suka..
Aku bahkan tak pernah bosan mengatakan bahwa aku benar-benar
menyukainya~
Ketika melihat langit, aku merasa.. aku tidak sendirian di
dunia ini.
***
“My real story about
Love”
Apakah kau ingin mengetahui sesuatu tentang diriku jika
berbicara mengenai cinta?
Banyak teman-temanku yang menganggap aku tidak mengerti
apa-apa soal “cinta” , mereka menganggapku terlalu polos dan tidak peka ~
Aku tegaskan, itu anggapan yang salah.
Dulu... aku memang pernah berpacaran, namun.. hanya sebatas
pacaran anak SMP. Aku sama sekali tidak ingin membahasnya. Karena aku tau,
disana aku belum merasakan arti “cinta” yang sebenarnya. 3 kata untuk cintaku
pada masa SMP : Tanpa perasaan, polos
dan aku begitu mudah melupakannya.
Aku baru merasakan cinta ketika kelas 2 SMA ~
Kau tahu, ketika aku masuk SMA aku tidak mempunyai banyak
teman. Aku hanya mempunyai 2 sahabat.
Kami sering di bully karena dianggap aneh dan kekanak-kanakan.
Kalau bukan karena 2 sahabatku , aku tidak sanggup untuk
menjalani hari-hariku disekolah.
***
Ketika aku kelas 2 SMA ~ Aku kembali menyibukkan diriku
kepada anime yang sempat kulupakan sejak kelas 3 SMP.
Dari sanalah aku mulai membuka diriku kepada orang lain,aku
mulai berani meminta anime kepada teman-teman penyuka Jepang yang lainnya.
Dan yang paling penting.. mulai mengenal cosplay...disanalah
hidupku berubah.
***
Aku bertemu seseorang laki-laki. Dia seorang otaku ~
Laptopnya penuh dengan game, anime, lagu jepang, dan dia
sering menggambar manga ~
Sebenarnya, dia kakak tingkatku.
Walaupun kami hanya mengenal selama 8 bulan.. dia telah
banyak membuatku berubah.
Aku mulai dikenal banyak orang dengan tampilanku berbalut
seifuku, yukata dll. Dia sangat baik dan selalu memotivasiku.
Aku mulai aktif di sekolah, bahkan fotoku ada di sebuah grup
cosplay se-Bandung, banyak senior bahkan junior yang tahu namaku dan ingin
dekat denganku. Senseiku disekolah pun sering mengenalkanku kepada orang Jepang
~
Aku merasa sangat bahagia~ namun... tak lama setelah itu.
Dia menyuruhku untuk berhenti menjadi cosplayer.
Dan satu hal, ketika aku benar-benar tulus menyukainya. Dia
hanya menganggapku sebagai seorang anak kecil yang lugu dan mengabaikan
kepedulianku.
Walaupun kami sebatas teman, tapi hatiku benar-benar sakit.
Dia menghilang dari
kehidupanku secara perlahan~
***
Sejak saat itulah, aku tak ingin dekat lagi dengan laki-laki.
Namun... datanglah seseorang yang baru datang ke
kehidupanku.
Teman sebayaku, dia gamer, penyuka anime (dia suka sekali
dengan “ 5cm per second” dan pernah menggapku sebagai akari, namun disaat yang
lain dia kadang memanggilku ayano tateyama
dan onodera)
Hubungan pertemanan kami benar-benar rumit, dia pernah
mengatakan “suka” dan “cinta” padaku. Namun aku tidak begitu percaya padanya ,karena
aku tahu dia dekat dengan banyak wanita ~ aku tidak menyukai laki-laki yang
seperti itu ~ Dia juga sangat sibuk dengan game online nya ~
aku lalu meninggalkannya terlebih dahulu , sebelum dia
meninggalkanku. Kemudian kami lost contact.
***
Kadang aku berpikir~
“Akankah teman-temanku “yang sekarang” akan menyakitiku seperti orang orang terdahulu?”
***
“Minna ga daisuki”
Terlepas dari kisah
masa laluku..
Sekarang, hari ini,
detik ini, di bulan Agustus yang akan datang. Aku ingin menjadi diriku sendiri.
Aku sudah memaafkan
dan mengikhlaskan orang-orang yang di masa lalu.
Bagiku, mereka adalah
pelajaran berharga dalam mengarungi hidupku kedepannya.
Aku ingin percaya
kepada teman-temanku yang sekarang ~
Aku benar-benar
mencintai dan menyayangi semuanya.
Satu hal, aku hanya
ingin didengar.
Aku hanya ingin
dicintai.
Aku membutuhkan
perhatian dan bimbingan.
Sesederhana itu.
#conclusion
Jadi intinya, aku membuat tulisan ini sebagai tanda akhir dari
sandiwaraku selama ini.
Aku akan menjadi diriku sendiri, seorang gadis berusia 18 tahun
yang akan mengarungi pahit manisnya kehidupan di dunia ~
Aku akan berusaha, berdo’a dan menjadi orang yang bermanfaat
untuk orang banyak ^^
Aku ingin meminta maaf karena selama ini belum sepenuhnya
menjadi “diri sendiri”.
Teman-teman, aku sangat membutuhkan kalian sebagai
semangatku menggapai cita-cita.
Um...tapi bukan hanya teman-teman~
Aku juga membutuhkan cinta. Cinta sejatiku yang sesungguhnya
~
Dimanakah cinta itu datang ? Aku benar-benar membutuhkannya.
Semoga cinta dan cita-cita akan tercapai secepatnya . .
The End
Komentar
Posting Komentar