Drawing of Hope
Hallooo~ semuanya!
Kali ini aku ingin mengajak kalian menyelami salah satu problematika yang biasa dialami oleh orang-orang yang tengah beranjak dewasa. Sebelumnya aku ingin mengucapkan SELAMAT! karena kalian telah berhasil diizinkan oleh Tuhan memasuki gerbang kedewasaan ini dalam keadaan sehat. Tidak semua orang mampu memasukinya, oleh karena itu harus lebih banyak bersyukur ya!
Ketika mulai memasuki gerbang kedewasaan, beberapa dari kita dihadapkan dengan banyak pertanyaan baru yang datang silih berganti, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena kita biasa melihat dan membandingkan diri kita dengan orang lain. Ketika melihat kebahagiaan atas pencapaian orang lain, kita lantas bertanya pada diri sendiri, misalnya:
Apakah harapanku juga kini telah tercapai?
Waduh, harus jawab apa ya?!!
Jika harapanmu telah berhasil tercapai, maka pertanyaan tersebut dapat kamu jawab dengan mudah, "YA! Tentu saja!"
Kamu pun setidaknya dapat tidur nyenyak sebelum pertanyaan lain kembali datang~
Apabila kamu dalam kondisi sebaliknya, maka pertanyaan tersebut akan terus berlari-lari di kepalamu dan menumpuk dengan pertanyaan-pertanyaan tak terduga lainnya. Nah, hal tersebut justru akan membuat mental kita semakin menciut.
Harapanku telah musnah sudah... aku tak akan mungkin berhasil kan?
Aku gagal...apakah aku seorang pecundang?
Orang lain berhasil, kenapa aku tidak ya? Apakah aku sebodoh itu?
Dunia tidak adil, mengapa aku harus ada di sini?!
Sekarang kamu malah jadi menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Rasanya seperti tokoh utama dalam film yang menyedihkan. Kalau zaman sekarang disebutnya si paling menderita hehe...
Padahal cara tersebut tidak baik untuk menghadapi pertanyaan yang terjebak dalam kepala kita.
Berbicara mengenai harapan yang belum tercapai, bagiku rasanya seperti ditusuk dan dipeluk secara bersamaan.
Seperti tertusuk, ketika kita harus merelakannya pergi.
Seperti dipeluk oleh rasa syukur, ketika diberikan kesempatan untuk memperjuangkannya.
Hidup memang penuh misteri. Aku sendiri mempunyai banyak harapan yang telah terlukis indah dan rapi. Akan tetapi, pada kenyataannya ada beberapa hal di dunia ini yang berada di luar kuasaku. Aku yakin kalian pun pasti punya segudang harapan yang telah kalian lukis dengan warna-warna indah, bukan?
Pernahkah kalian merelakan lukisan itu rusak atau bahkan sampai hancur tak berbentuk lagi?
Aku yakin sebagian besar dari kalian pernah merasakan hal tersebut, begitupun diriku sendiri.
Seberapa besar perjuanganku untuk menjaga setiap lukisan itu, ada kalanya aku terjatuh dan merusaknya.
Kita memang manusia yang penuh dengan kekurangan, ada masa dimana kita tak bisa selalu menjaga lukisan tersebut setiap waktu, tapi akan selalu ada papan baru yang siap untuk kembali dilukis. Papan polos yang telah disiapkan oleh Tuhan Yang Maha Kasih.
Papan polos itulah yang berhasil membuatku bangkit dan kembali menyiapkan kuasku.
Jadi, jika pertanyaan di atas masih berputar-putar di kepala kalian, maka segera jawab dan sadarilah dengan senyuman penuh syukur....
Setidaknya aku pernah memperjuangkan harapanku yang dulu
Setidaknya aku telah berusaha mempertahankannya...
Dan sekarang aku tengah menuju harapan baru yang lebih indah dan bersinar.
Walaupun harus kehilangan lukisan yang telah kalian jaga, percayalah kalian benar-benar harus bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk menjaganya sejauh ini.
Maafkanlah diri karena sesungguhnya kita tidak mungkin berhasil menjaga semua lukisan itu (kecuali atas IzinNya). Kembali lagi, ada beberapa hal yang tidak bisa kita atur mau berjalan seperti apa, arahnya kemana, dan hasilnya seperti apa~
ohh.. sayangnya hidup di dunia ini tidak semudah itu~
Tapi kita berhasil mendapatkan kemenangan atas pengalaman yang berharga.
Hal yang aku selalu ingat adalah hidup adalah hidup akan terus berjalan apapun keadaanmu. Lukisan-lukisan yang telah kamu jaga mungkin akan mengalami kerusakan. Namun, kamu selalu bisa membuat lukisan baru yang disesuaikan dengan pemandangan di hadapanmu saat ini.
Dadamu mungkin terasa sesak karena lukisanmu rusak, tapi kamu boleh bersedih karena itu manusiawi.
Menangislah jika diperlukan, tapi jangan larut terlalu lama dalam kesedihan itu.
Selanjutnya kamu dapat menerima keadaan, menyadari kekurangan, serta mempercayai bahwa Tuhan selalu memberikan jalan terbaik, maka setiap pertanyaan yang masuk ke dalam kepalamu dapat segera menguap dan tak akan membebanimu lagi.
Satu hal lagi, jangan lupa untuk berterima kasih kepada diri sendiri karena telah berusaha mencoba dan berjuang ya.
Ayo, kita melukis lukisan yang baru untuk kita jaga sampai saatnya tiba! Semangat!
Komentar
Posting Komentar