The Answer (All about Marriage)

Sekarang aku mengerti.

Mengapa sampai detik ini aku masih disibukkan dengan kesendirian.
Ini adalah cara Tuhan untuk membuatku menjadi wanita yang penuh pertimbangan dan persiapan yang matang. Aku yakin di depan sana ada takdir indah memelukku.

Pada postingan sebelumnya aku bertanya-tanya mengapa kapalku tidak kunjung berlayar. Aku melihat ke kanan kiri teman-temanku mulai berlayar dengan kapalnya. Kini tinggal aku yang masih berdiri di pelabuhan seorang diri menatap laut yang tak berujung. Apa suatu saat akan ada orang yang mengajakku mengarungi laut? rasanya aku ingin merasakan hembusan angin kebebasan dan langit biru yang membentang luas di sana.

Sekarang aku mengerti.
Itu hanya sisi indah sebuah pernikahan saja. Sisi indah itu telah membutakan mataku, sehingga aku ingin segera berlayar bersama orang yang aku sayangi. Aku lupa ada sisi lain yang perlu aku siapkan dengan sebaik mungkin. Harusnya aku sadar para pelaut akan menghadapi badai, hujan, ombak tinggi, kilat, ataupun gemuruh dalam mengarungi lautan. Hal itulah yang membuat para pelaut menjadi hebat.

Tapi akankah tanpa persiapan atau hanya sedikit persiapan...

atau bahkan persiapan yang mendadak bisa melewatinya dengan mudah?

yang mempersiapkan dengan baik saja belum tentu menjadi hebat, bukan? apalagi...yang tidak.


Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa sudah banyak para pelaut yang karam kapalnya. Mereka ada yang terjatuh ke dalam laut yang gelap dan ada pula yang menepi dan tak pernah kembali.

Aku kemudian merenung. Aku sadar dalam kurun waktu terakhir ini aku dan pasanganku selalu mengulangi episode-episode dalam drama kehidupan kami. Semua itu terjadi karena kami tak kunjung menemukan titik temu yang kami inginkan. Aku merasa mulai jenuh dan memutuskan untuk rehat dalam beberapa waktu. Aku tak ingin banyak bicara.

Sekarang aku mengerti.
Sikapku ini ternyata membuat Tuhan khawatir. Pernikahan bukan soal kamu dan pasanganmu berlayar menuju laut indah. Pernikahan adalah awal yang baru. Kamu dan pasanganmu adalah pelaut yang sama-sama belum profesional dalam mengendalikan kapal dan memperkirakan cuaca. Oleh karena itu, jangan pernah main-main dalam pernikahan.

Aku telah menyadari segala kekuranganku.
Oh Tuhan, apakah hal ini yang selama ini Engkau khawatirkan? maafkan aku.

Mungkin ada seseorang diluar sana yang mengatakan "Kalau kamu menunggu sempurna, sampai kapan pun tak akan menikah. Menikah itu saling melengkapi kekurangan."

Iya aku tahu itu.

Tapi setelah Tuhan menyadarkan diriku, setidaknya aku ingin meminimalisir guncangan pada kapal kami. Aku dan pasanganku lebih mempunyai banyak waktu untuk belajar bagaimana mengontrol emosi kami dan memahami diri kami masing-masing.
Aku tak bisa menjamin ombak akan tenang begitu saja, karena jika laut tenang maka kapal kami akan diam, tak melaju kemana pun.

Kita tak pernah tahu guncangan mana yang dapat membuat para pelaut terjatuh ke dalam laut yang dalam. Tapi aku memiliki keyakinan bahwa tidak ada waktu yang sia-sia jika diisi dengan belajar.

Semoga waktu yang Tuhan berikan kepadaku dan pasanganku akan menjadikan kami manusia yang lebih baik. Dalam perjalanan menuju pemesanan kapal itu, izinkan kami terus menerus menyuarakan do'a-do'a terbaik demi perjalanan yang penuh tantangan dan menyenangkan.

Kami ingin menjadi pelaut yang kuat dan hebat.

Tak peduli kapan kami berlayar...
Tak peduli bahkan bila kami diberikan sayap untuk terlebih dahulu menemuiNya dalam damai.

Yang terpenting adalah proses kami menuju hal yang positif itu sangat berharga bagi tumbuh kembang kami di dunia.


Menikah bukan seberapa cepat persiapanmu
tapi seberapa matang persiapanmu

Menikah bukan seberapa banyak foto yang kamu posting di instagram
tapi seberapa banyak pelukan yang kamu berikan saat pasanganmu geram

Menikah bukan tentang puisi manis pasanganmu yang dipublikasikan 
tapi seberapa lama sikap manismu bertahan ketika menghadapi goncangan

Menikah bukan soal pamer pada orang-orang
tapi soal siapkah kamu untuk sama-sama berjuang?

Menikah bukan hanya mengumbar mesra
tapi saling menjaga agar orang lain tak terluka

Menikah itu soal keikhlasan antar dua keluarga
bukan karena memaksa salah satu keluarga

Menikah itu karena Lillah
bukan karena sudah lelah

Menikah itu perlu perjuangan
bukan karena hanya ingin senang-senang


sekian, terima kasih.

P.s
aku memang belum pernah berlayar sehingga tidak tahu kondisi real di laut seperti apa.
Namun aku selalu memperhatikan dan mendengar cerita mereka. Ada yang berhasil melewati terpaan ombak, ada yang karam, ada pula yang menjatuhkan diri ke laut untuk berenang seorang diri menuju tepi.
Mereka adalah inspirasiku untuk membuat tulisan ini agar orang-orang yang sedang menunggu dipelabuhan sepertiku dapat mengambil hikmah dari apa yang tengah dijalani sekarang.


Postingan Populer