Menuju Ketenangan dan Melampauinya!
Masyarakat Indonesia khususnya kaum milenial dibuat heboh dengan kabar pernikahan Maudy Ayunda yang terkesan tiba-tiba. Jujur, aku pun termasuk orang yang kaget sekaligus bangga dengan berita tersebut. Kenapa aku bangga? Maudy begitu pintar untuk menyembunyikan persiapan pernikahannya sehingga hal tersebut menjadi kejutan yang indah bagi sebagian besar penggemarnya. Bahkan media masa dan netizen Indonesia sekalipun, yang notabenenya suka menggali berbagai gosip, tak ada yang dapat mencium bocoran mengenai pernikahan artis cantik dan berprestasi itu.
Banyak yang memuji tentang karakternya yang tidak banyak membagikan urusan asmara ataupun mengenai kehidupan pribadinya di media sosial. Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan beberapa artis Indonesia dan beberapa milenial lainnya yang gemar sekali membagikan foto, video, maupun informasi mengenai urusan cinta, agama, kekayaan, bahkan aib sekalipun!
Hidup di zaman serba canggih ini memang tidak mudah bagi kita untuk lepas dari media sosial. Rasanya semua aktivitas kita harus selalu diketahui oleh orang lain. Dari mulai bangun tidur hingga kembali tidur lagi. Apalagi jika kita merasa hal yang kita bagikan tersebut mendapatkan pengakuan dari orang-orang sekitar. Ngaku deh, pasti semakin semangat rasanya untuk membagikan hal-hal lainnya ke media sosial, kan?
Tapi...
Apakah memang orang-orang di sekitarmu perlu tau semua tentangmu?
Akankah semua orang akan tulus berbahagia melihat semua hasil pencapaianmu?
Ada yang mengatakan "jangan merusak kesenangan orang lain." atau "akun gue bukan urusan lo!"
Iya, iya. Aku paham betul bahwa setiap orang berhak untuk memposting apapun yang mereka mau, toh memang itu akun mereka. Tapi, apa kita memiliki kebebasan sebebas-bebasnya tanpa memikirkan konsekuensinya?
Media sosial bagaikan dua sisi mata koin dimana setiap sisinya memiliki gambar yang berbeda. Media sosial memiliki pengaruh positif dan negatif untuk penggunanya. Semua itu tergantung bagaimana kita menggunakannya, apakah media sosial itu murni untuk menambah koneksi pertemanan atau hanya menjadi panggung beradu pencapaian?
Ketika media sosial menjadi panggung beradu pencapaian, maka siap-siap untuk merasakan rasa marah, iri, takut, insecure, hingga lupa untuk bersyukur akan kondisi kita yang sekarang.
Lantas, apakah kita tidak boleh membagikan apapun di media sosial?
---OH tentu tidak seperti itu konsepnya! Kamu masih boleh untuk membagikan momen-momen yang kamu rasa layak untuk menjadi konsumsi publik. Namun, perlu diingat bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Oleh karena itu, jangan terlalu berlebihan dalam membagikan cerita hidup kita di media sosial, apalagi yang bersifat pribadi. Jangan sampai kamu menumpahkan segala keluh kesah, kebahagiaan yang meluap-luap,apalagi amarah yang tak terkendali di media sosial. Tumpahkanlah segala perasaan berlebihan itu secara pribadi di buku diary atau ceritakan hanya pada orang terdekat yang kamu percayai.
Jika kita melihat apa yang telah Maudy Ayunda lakukan, tentunya Maudy paham akan pilihannya untuk tidak membagikan urusan asmara serta persiapan pernikahannya kepada publik.
Memang itulah istimewanya Maudy, orang-orang mengenalnya sebagai artis yang jarang mengumbar sensasi di media sosial. Dia lebih banyak membagikan momen-momen tertentu seperti cara dia belajar, kehidupan perkuliahannya, lagu-lagu ciptaannya, dan review buku-buku. Selain itu, Maudy memang jarang sekali mengumbar kehidupan pribadi lainnya. Walaupun, kita semua tahu bahwa kabar pernikahannya menjadi kabar bahagia tersendiri terutama bagi penggemarnya di tanah air.
Namun, jika dia memilih untuk membagikannya kepada publik, maka (kemungkinan) media masa dan netizen akan membandingkan calon suaminya dengan menggali masa lalunya. Hal tersebut justru membuat ketenangan menuju acara sakral menjadi terganggu. Rasa sedih, takut, bahkan cemas akan datang menghampiri. Ditambah lagi, akan ada banyak wartawan dan orang-orang dari luar yang ikut meliput dan menonton acaranya tersebut. Maudy dan keluarga sepertinya ingin menjalankan acara pernikahan tersebut dengan khidmat. Maudy memilih momen yang tepat dengan membagikan momen tersebut kepada publik saat kondisi di sekitarnya tenang dan acaranya pun telah berlangsung dengan sukses.
Bagaimana jika kamu berada diposisi Maudy? Manakah jalan yang akan kamu pilih? Menahan diri atau sesegera mungkin untuk berbagi?