Us
Terbangun.
Menghirup udara segar dari balik jendela kamar. Meja belajar
yang berantakan. Sisa semalam mengerjakan tugas.
Memeriksa Handphone. Tak ada notif. Menghela nafas panjang.
Sudah biasa~
“Siapa peduli dengan kesendirian ini?”
Kebohongan yang selalu aku gumamkan dalam hati sebagai obat
penguat.
Rindu mengobrol . Sepanjang malam.
Dengan seseorang ~
“Hah? Seseorang? Bodoh, siapa seseorang itu?”
Amnesia yang selalu aku buat-buat, berharap akan menjadi
amnesia yang sesungguhnya.
“Sudah lupakan dan maafkan ...”
Tersenyum namun menangis.
“Aku punya banyak teman sekarang, bukankah ini hebat?”
Hebat. Hebat dijadikan sebuah kebohongan.
“Lihatlah, mereka begitu mencintaiku? Hidupku sempurna
bukan?”
Sempurna untuk dijadikan drama bergenre imajinasi tingkat
jetset.
“Haha....” Tanpa ekspresi. Seperti biasa.
Melihat langit. Dan semua kenangan itu bermunculan di balik
awan.
“Kamu...iya kamu....”
Senyuman tulus 2 tahun lalu kini muncul kembali.
“Semoga kamu baik-baik saja....”
Kemudian menutup mata dan merasakan jawaban yang datang dari
kota lain.
“i’m okay... thanks for caring me...”
“You’re welcome... my past .... sayonara”
“sayonara. Arigatou.”
Melangkah pada jalan masa depan yang berbeda.
Tapi kita memiliki masa lalu yang sama ~
Itulah kita.
Komentar
Posting Komentar